Gangguan pada hormon pertumbuhan

Belajar Biologi.

Defisiensi hormon pertumbuhan

Defisiensi hormon pertumbuhan (GHD) menyebabkan suatu kondisi yang disebut cebol pituitari. Orang dengan gangguan seperti ini biasanya memiliki proporsi tubuh normal namun tingginya hanya mencapai 1.21 meter.

Bayi yang lahir dengan gangguan seperti ini akan tampak normal panjangnya saat lahir namun biasanya memiliki masalah medis, seperti rendahnya gula darah atau penyakit kuning yang memerlukan uji lebih lanjut.

Dulu satu-satunya cara mengobati cebol seperti ini adalah dengan mengekstrak pituitari dari mayat untuk memenuhi pasoh GH. Sayang sekali karena GH dihasilkan dalam jumlah yang sangat sedikit pada kelenjar pituitari dan didegradasi dengan cepat maka perlakuan ini tidak cukup untuk mengobati semua anak yang memerlukannya.

Dengan kemajuan teknologi DNA rekombinan, dimungkinkan untuk menghasilkan hormon pertumbuhan yang lebih banyak. Saat ini dimungkinkan memberikan injeksi hormon pertumbuhan pada anak agar supaya mencapai ketinggian normal. Kelemahan terapi ini adalah mahalnya biaya pengobatan yang mencapai $20.000 setahun.

Bila terlampau banyak GH dihasilkan sebelum penutupan tulang maka seseorang akan lebih tinggi dari normal hingga ketinggian 2,13-2,43 m.

Kondisi ini disebut gigantisme. Bila kelebihan terjadi saat seseorang dewasa maka orang tersebut menderita akromegali. Pada orang akromegali, karena tulang sudah tidak bisa memanjang lagi maka hanya cenderung melebar terutama di bagian tangan dan kaki.

Jaringan-jaringan lunak seperti kulit dan otot juga menebal.

Hidung menjadi bertambah lebar dan lidah memanjang, telinga dan dagu tumbuh serta lidah memanjang, secara kontinyu. Hormon pertumbuhan disekresikan utamanya di waktu malam saat seseorang sedang tidur. Karena itulah saat diduga ada kelebihan sekresi GH, dokter akan mengukur secara tak langsung melalui pengukuran kadar insulin-like growth factor (IGF).

Gangguan pada hormon pertumbuhan | | 4.5