Pengertian Dormansi: Apa itu Dormansi?

Dormansi: Apa itu Dormansi

Pengertian dormansi menurut Tim Dosen Fistum Biologi Unhas, dormansi merupakan suatu pertumbuhan dan metabolisme yang terpendam, dapat disebabkan oleh lingkungan yang tidak baik atau oleh faktor dari dalam tumbuhan itu sendiri. Seringkali jaringan yang dorman gagal tumbuh meskipun berada dalam kondisi yang ideal

Elis berpendapat bahwa dormansi benih berhubungan dengan usaha untuk menunda perkecambahannya, hingga waktu dan kondisi lingkungan memungkinkan untuk melangsungkan proses tersebut. Dormansi dapat terjadi pada kulit biji maupun pada embrio. Biji yang telah masak dan siap untuk berkecambah membutuhkan kondisi klimatik dan tempat tumbuh yang sesuai untuk dapat mematahkan dormansi kulit biji, sedangkan stratifikasi digunakan untuk mengatasi dormansi embrio.

Dormansi dapat dibagi menjadi dua berdasarkan faktor penyebab dormansi, yaitu Impoised dormancy (quiscense) dan Imnate dormancy (rest). Imposed dormancy (quiscence) adalah terhalangnya pertumbuhan aktif karena keadaan lingkungan yang tidak menguntungkan, contoh biji tanaman pohon yang terjatuh pada daerah kering, untuk sementara terjadi dormansi agar saat nanti hujan atau terdapat air maka biji siap untuk tumbuh menjadi pohon.

Sedangkan imnate dormancy (rest) adalah dormansi yang disebabkan oleh keadaan atau kondisi di dalam organ-organ biji itu sendiri. Keadaan ini dapat berupa cacat pada biji atau terlalu tebalnya kulit biji sehingga air membutuhkan waktu lama untuk menembusnya.

Suwarsono berpendapat bahwa dormansi ialah suatu mekanisme untuk mempertahankan diri terhadap suhu yang sangat rendah (membeku) pada musim  dingin, atau kekeringan di musim panas yang merupakan bagian penting dalam perjalanan hidup tumbuhan tersebut. Dormansi harus berjalan pada saat yang tepat, dan membebaskan diri atau mendobrak dan  apabila kondisi sudah memungkinkan untuk memulai pertumbuhan (Suwasono, 1994).

Dormansi terjadi dalam berbagai bentuk. Banyak biji dorman untuk suatu periode waktu setelahnya keluar dari buah. Pohon melepaskan daun-daunnya untuk menghindari bahaya pada waktu udara menjadi dingin dan kering serta tanah membeku. Banyak tumbuhan basah, bagian atasnya mati selama periode musim dingin atau kekeringan, sedangkan bagian yang ada di bawah seperti bulbus, kormus, atau umbi tetap hidup, tetapi dalam keadaan dorman.

Pengertian dormansi dan penjelasan tentang dormansi

Pengertian dormansi dan penjelasan tentang dormansi

Apa saja contoh dormansi pada biji dan tumbuhan lainnya?

Contoh paling mudah mengenai dormansi adalah adanya kulit biji yang keras yang menghalangi penyerapan oksigen atau air. Kulit biji yang keras itu lazim terdapat pada anggota famili Fabaceae (Leguminosae), walaupun tidak terdapat pada buncis atau kapri, yang menunjukkan bahwa dormansi tidak umum pada spesies yang dibudidayakan.

Pada beberapa spesies, air dan oksigen tidak dapat menembus biji tertentu karena jalan masuk dihalangi oleh sumpal seperti gabus (sumpal strofiolar) pada lubang kecil (lekah strofiolar) di kulit biji. Bila biji digoncang-goncang, kadang sumpal itu lepas sehingga dapat berlangsung perkecambahan. Perlakuan itu dinamakan goncangan, dan telah diterapkan pada biji Melilotus alba (semanggi manis), Trigonella arabica, dan Crotallaria egyptica, Albizzia lophantha merupakan tumbuhan kacangan berukuran kecil di Australia Barat bagian barat daya (Dell, 1980).

Bagaimana cara mematahkan Dormansi pada biji

Sebagian besar biji berkecambah jika hanya hanya dilapisan tebal abu, setelah terjadi kebakaran padang; kurang dari 5 persen yang dapat berkecambah tanpa panas. Ternyata, masuknya air ke dalam biji dihalangi oleh sumpal strofiolar sampai sumpal itu terpental keluar bila biji itu kena panas. Jadi penyebaran tumbuhan ini terhambat bila tidak ada kebakaran dan dengan adanya sumpal strofiolar (Sallisbury, 1995).

Pemecahan kulit biji dinamakan skarifikasi atau penggoresan. Untuk itu digunakan pisau, kikir dan kertas amplas. Di alam, goresan tersebut mungikin terjadi akibat kerja mikroba, ketika biji melewati alat pencernaan pada burung atau hewan lain, biji terpajan pada suhu yang berubah-ubah, atau terbawa air melintasi pasir atau cadas.

Di laboratorium dan bidang pertanian (bila perlu) digunakan alkohol atau pelarut lemak lain (yang menghilangkan badan berlilin yang kadang menghalangi masuknya air) atau asam pekat. Sebagai contoh, perkecambahan biji kapas dari berbagai tanaman kacangan tropika dapat sangat dipacu dengan merendam biji terlebih dahulu dalam asam sulfat selama beberapa menit sampai satu jam, dan selanjutnya dibilas untuk menghilangkan asam itu (Sallisbury, 1995).

Skarifikasi secara ekologi sangat penting. Waktu yang diperlukan untuk menuntaskan skarifikasi secara alami dapat mencegah terjadinya perkecambahn dini pada musim gugur atau selama periode panas yang tidak lazim pada musim dingin. Skarifikasi dalam alat pecernaaan burung atau hewan lain menyebabkan perkecambahan biji setelah biji tersebar lebih luas.

Biji yang tercuci selama terbawa aliran air di gurun tidak hanya di gurun tidak hanya mengalami skarifikasi, tetapi sering berakhir ditempat yang banyak mengandung air. Dean Vest (19720 memperlihatkan hubungan simbiosis dan mutualisme antara fungi dan biji Atriplez confertifolia yang tumbuh di kulit biji, merekahkan kulit itu sehingga perkecambahan dapat berlangsung. Pertumbuhan fungi terjadi hanya bila kondisi suhu dan kelembapan sesuai baginya selama awal musim semi, yaitu waktu yang paling tepat bagi kecambah untuk dapat bertahan hidup (Sallisbury, 1995).

Senyawa Penyebab Dormansi

Apakah yang menyebabkan biji pada buah tomat yang masak tidak berkecambah dalam buah? Padahal, suhunya biasanya sangat sesuai dan kelembaban serta oksigennya pun cukup. Bila biji dikeluarkan dari buah, dikeringkan, dan ditanam, biji itu segera berkecambah; ini menunjukkan bahwa biji itu segera berkecambah jika diambil langsung dan dibiarkan mengambang di atas permukaan air.Di dalam buah, potensial osmotik buah terlalu negatif untuk perkecambahan (Bewley dan Black, 1984).

Zat penghambat khusus mungkin juga ada, persis seperti ABA dalam endosperma yang sedang berkembang dari biji afalfa, yang berfungsi sebagai penghambat perkecambahan embrio. Buah lain menyaring panjang gelombang yang diperlukan untuk untuk perkecambahan (Sallisbury, 1995).

Senyawa penghambat kimia sering juga terdapat dalam biji, dan sering penghambat ini harus dikeluarkan lebih dahulu sebelum perkecambahan dapat berlangsung. Di alam, bila terdapat cukup curah hujan yang dapat mencuci penghambat dari biji, tanah akan cucup basah bagi kecambah baru untuk bertahan hidup (Went, 1957). Hal ini khususnya penting di gurun, karena kelembapan lebih menentukan daripada faktor lain seperti suhu.

Vest (1972) mendapatkan bahwa biji Atriplex mengandung cukup banyak natrium klorida untuk menghambat perkecambahan biji secara osmotik. biasanya senyawa penghambat lebih rumit daripada garam dapur (Eveneri, 1957; Ketring, 1973), dan penghambat mewakili berbagai macam kelompok senyawa organik. Beberapa di antaranya adalah kompleks pelepas-sianida (khususnya biji Rosaceae), sedangkan lainnya adalah senyawa pelepas-amonia. Minyak sawi umum terdapat pada Brassiaceae (Crufirae).

Bahan organik penting lainnya meliputi asam organik, lakton tak jenuh (khususnya kumarin, asam parasorbat, dan protoanemonin), aldehid, minyak esensial, alkaloid, dan senyawa fenol. ABA sering terdapat pada biji dorman, tapi kebanyakan sudah hilang jauh sebelum dormansi berakhir (Bewley dan Black), 1984; Walton, 1997. Jadi ABA mungkin merupakan penghambat kuat bagi perkembahan bila senyawa tersebut ada, tapi pastilah masih banyak penghambat lain yang menyebabkan dormansi biji (Sallisbury, 1995).

Sekian tulisan tentang Pengertian dormansi: Apa itu dormansi. Tetap belajar yah,  Bagi yang punya pertanyaan silahkan klik link tentang Bantuan Kerja PR di Sidebar halaman ini kalau anda buka di HP artinya di bagian bawah

Pengertian Dormansi: Apa itu Dormansi? | | 4.5