Efek Kortisol pada metabolisme

Loading...

Belajar Biologi

Apa itu kortisol ?

Kortisol merupakan anggota dari glukortikoid yang bekerja pada bebera jaringan seperti hati dan otot yang berfungsi menyediakan lebih banyak bahan bakar energi bagi sel.

Efek yang dapat dimunculkan oleh kortisol adalah peningkatan kadar glukosa darah. 

Kortisol dalam Metabolisme Tubuh

Terdapat banyak sel yang menurunkan jumlah glukosa dalam selnya dengan mentransport melewati membran sel ke pembuluh darah sehingga lebih banyak bahan energi untuk otot dan otak.

Molekul protein dalam sel-sel otot dipecah asam amino kemudian dikirim kedalam hati. Di dalam hati, asam amino akan diubah menjadi glukosa dalam proses yang disebut glukoneogenesis.

Molekul lemak dipecah menjadi asam-asam lemak dan gliserol yang akan masuk ke dalam darah dan digunakan  sebagai bahan bakar oleh sel-sel hati dan sel-sel otot.

Saat kadar kortisol tetap tinggi dalam waktu lama ada sejumlah efek yang merugikan. Karena katabolisme (pemecahan) protein, otot akan mengecil dan melemah.

Kulit akan semakin tipis dan matrik protein tulang juga berkurang, menyebabkan pembentukan tulang menurun. Lebih sedikit kalsium diasobrsi dari usus dan lebih banyak yang hilang bersama urin sehingga densitas tulang akan berkurang.

Luka akan tumbuh lebih lama dibanding normal, dan luka memar terjadi lebih mudah. Deposit lemak hilang di lengan dan kaki, dan deposit ini akan berpindah ke wajah, leher dan abdomen.

Disamping itu tubuh juga meretensi lebih banyak air. Seseorang yang mengkonsumsi glukortikoid seperti prednison atau kortison secara tipikal akan memiliki wajah yang bulat, gembung disebut moof face yang disebabkan oleh retensi cairan.

Bila kelebihan glukortikoid dihasilkan oleh tubuh, maka gejala-gejala yang dideskripsikan diatas secara menyeluruh merupakan tanda-tanda dari sindrom crushing.

regulasi kortisol

 

regulasi kortisol dan fungsinya
 
Efek Kortisol pada metabolisme | Ahmad Baihaqi | 4.5