Hormon tiroid dan Energi Tubuh

Loading...

Belajar biologi

Hormon tiroid

Hormon pertumbuhan dan hormon tiroid (TH) sinergis, yang berarti peningkatan salah satu dari mereka akan menambah kefektifan lainnya dalam meningkatkan pertumbuhan normal dan perkembangan.

Kedua hormon ini bekerja sama sangat erat sehingga tak pernah bereaksi secara tunggal dalam menghasilkan pertumbuhan normal.

Misalnya bila tak cukup adanya hormon tiroid selama kehamilan atau masa bayi, maka bayi akan mengalami keterlambatan pertumbuhan dan keterlambatan mental yang disebut krenitisme, bahkan walau kadar GH normal.

Anak-anak seperti ini akan sangat pendek, pot-belly, lidah menjulur dan mengalami keterbelakangan mental.

Pembebasan hormon tiroid dikontrol oleh hipotalamus dan hipofisis melalui mekanisme umpan balik klasik.

Saat kadar hormon tiroid menurun, hipotalamus membebaskan tiroid stimulating hormone releasing factor (TSH-RF), yang nantinya akan mensinyal hipofisis untuk membebaskan tiroid-stimulating hormo.

Pembebasan TSh menyebabkan tiroid mensintesis dan membebaskan lebih banyak lagi hormon tiroid.

Peningkatan kadar hormon tiroid dalam darah akan memberi tahu hipotalamus untuk menghentikan sekresi TSH-RH.

Kemudian, Hipofisis berhenti mensekresikan TSH, dan akibatnya kelenjar tiroid memperlambat pembebasan hormon tiroid.

Tampaknya hormon tiroid juga dapat bekerja pada hipofisis untuk menghambat pembebasan TSH secara langsung.

Hormon tiroid pada dasarnya adalah campuran dari dua macam hormon: Triiodotiron (T3) dan Tetraiodotironin (T4) atau disebut tiroksin.

Keduanya disintesis dari asam amino tirosin dalam proses yang rumit dalam kelenjar tiroid.

Perbedaan utama zat kimia antara keduanya adalah bahwa T3 memiliki tiga atom iodin dan T4 ada empat.

kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid

Pada beberapa jaringan tubuh, utamanya ginjal, T4 diubah menjadi T3. T3 lebih cepat dan lebih efektif dibanding T4 dalam produksinya serta efek metaboliknya.

Disamping diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan normal, hormon tiroid juga menstimulasi metabolisme hampir diseluruh jaringan tubuh.

Hormon tiroid mengontrol laju metabolisme basal (BMR), ukuran seberapa banyak energi tubuh yang digunakan untuk menjaga dirinya sendiri.

T3 cukup kecil untuk memasuki sel sel melalui membran sel. T3 akan melekatkan diri pada protein reseptor di dalam inti dan mengaktifkan gen untuk menghasilkan enzim-enzim tertentu.

Efek bersih pada hampir setiap organ adalah bawha konsumsi oksigen meningkat dan lebih banyak energi yang digunakan. Saat sel-sel menghasikan energi, mereka juga akan menghasilkan panas sehingga tubuh menjadi lebih hangat dan lebih toleran terhadap dingin.

Untuk mencukupi kebutuhan glukosa yang bertambah, sumber utama energi seluler ini, T3 akan menstimulasi penyerapan glukosa dalam usus halus dan glikogenesis serta glukoneogenesis dalam hati. Kadar normal hormon tiroid menstimulasi sintesis protein dan memobilisasi penyimpanan lemak.

 
Hormon tiroid dan Energi Tubuh | Ahmad Baihaqi | 4.5