MORFOLOGI MAKROALGAE

Loading...

MORFOGI MAKROALGAE

Algae merupakan tumbuhan laut yang memiliki bentuk yang sangat bervariasi.

Ada yang bersifat uniseluler da nada yang multiseluler. Ada yang berukuran mikroskopis (microalgae), hidup melayang bebas sebagai fitoplankton da nada pula yang berukuran besar (makroalgae), melekat pada substrat keras atau menjalar di dasar perairan sebagai fitobentik.

Berbeda dengan tumbuhan tingkat tinggi, algae tidak mempunyai akar, batang dan daun yang berfungsi seperti pada tumbuhan darat yang lazim kita kenal.

Seluruh yang beraneka ragam. Substansinya pun bermacam-macam, ada yang lunak, kenyal seperti karet, kertas berkapur, berserabut dan lain sebagainya.

Pada makroalgae, proses fotosintesis terjadi dalam thallus, mineral dan zat hara diserap dari perairan sekitarnya secara difusi juga dengan thallus dan melekatkan diri pada substrat dengan holdfast.

Alga hijau memiliki habitus yang beragam. Caulerpa  sp. memiliki thallus berupa stolon yang menjalar, melekat pada substrat dengan rhizoid berbentuk serabutdan melakukan aktifitas fotosintesis dengan assimilator yang serupa dengan buah anggur.

Ulva sp.  memiliki thallus berupa lembaran hijau tipis seperti plastic yang kadang berlubang-lubang hijau tipis seperti plastik yang kadang berlubang-lubang untuk melewatkan air. Sedangkan thallus Halimeda sp, terdiri dari lempeng-lempeng hijau yang pipih berkapur dan melekat pada substrat berpasir dengan holdfast rhizoid yang berserabut.

Halimeda sp. merupakan jenis alaga hijau yang paling umum dijumapai di Indonesia, berperan dalam menstabilkan substratberpasir dan merupakan salah satu sumber zat kapur.

Alga coklat umumnya memiliki thallus yang bentuknya menyerupai tumbuhan tingkat tinggi. Alga  jenis Padina sp. memiliki thallus berupa lembaran tipis berkapur berbentuk kipas, garis konsentris dan rambut-rambut pada tepi thallusnya, melekat pada substrat keras dengan holdfast berupa cakram.

Alga Sargassum sp. memiliki semacam daun yang disebut filoid, batang semu berupa stalk atau stipes dan holdfast berbentuk cakram (discoid) atau bercabang. Untuk membantu daya apung pada alga coklat, thallus dilengkapi vesikel, pneumatotocyst atau bladder yang merupakan gelembung udara yang berisi gas CO2 atau O2.

Alat reproduksi alga coklat berupa konseptakel, semacam sel berbentuk botol yang terdapat di dalam reseptakel. Alga jenis Turbinaria sp. memiliki filoid berbentuk turbin yang pada bagian tengahnya terdapat gelembung udara. Bagian thallus yang lain sama dengan alga Sargassum sp.

Di daerah subtropis, alga coklat dapat mencapai ukuran sangat besar. Di pantai Barat AS, jenis alga coklat Macrocystis pirifera dapat tumbuh hingga sepanjang 100 m membentuk komunitas kebun kelp. Jenis alga coklat dimanfaatkan sebagai salah satu sumber alginate (bahan baku industri).

Alga merah umumnya memiliki thallus sederhana yang kenyal, melekat pada substrat keras berwarna kemerahan dan menempati habitat yang lebih dalam jika dibandingkan dengan alga hijau dan alga coklat.

Senyawa Karaginan yang dikandung alga merah membuat jenis tersebut menjadi komoditas ekonomi yang penting sehingga banyak di budidayakan di Indonesia. Jenis yang dibudidayakan antara lain : Kappaphycus alvarezii dan Gracilaria sp.

MORFOLOGI MAKROALGAE | Ahmad Baihaqi | 4.5