Belajar Macam Hormon Tumbuhan dan Fungsi Hormon Tumbuhan

Loading...

Hormon Tumbuhan 

Macam hormon tumbuhan dan fungsi hormon tumbuhan | Setiap tumbuhan memiliki perangsang dalam membantu serta meningkatkan efisiensinya dan efektivitasnya, hal ini disebut hormon tumbuhan. Melalui hormon yang dihasilkan oleh tumbuhan pada organ organ tertentu, kinerja dari sel sel dan organ organ yang ditarget dapat bekerja lebih efektif dan efisien.

Hormon tumbuhan sendiri pertama kali ditemukan secara dan digunakan secara ilmiah oleh William Bayliss (1860–1924) and Ernest Starling (1866–1927) pada tahun 1902. Kemudian dilanjutkan oleh Frits Went khusus kepada hormon tumbuhan dan menemukan hormon auksin, hormon tumbuhan pertama yang dilaporkan secara ilmiah pada tahun 1928. 

Cukup bahas sejarahnya. Lalu apa saja yang diatur oleh hormon tumbuhan dan ada berapa macam hormon tumbuhan? Hormon tumbuhan mengatur banyak hal, mulai dari kecepatan pertumbuhan batang, pelebaran tumbuhan , arah pertumbuhan, kapan suatu tumbuhan berbuah, kapan suatu tumbuhan berbunga, kapan suatu tumbuhan menggugurkan daunnya dan banyak lagi hal yang diatur oleh hormon tumbuhan.

Sebelum lebih jauh kita membahas tentang hormon tumbuhan, perlu saya tekankan bahwa hormon berbeda dengan enzim, khususnya pada kecepatan reaksi yang diharapkan, enzim memiliki kecepatan reaksi yang lebih tinggi sedangkan hormon memiliki kecepatan reaksi. 

Lalu ada berapa macam jenis hormon? Hormon tumbuhan secara garis besar terdiri atas  6 macam berdasarkan fungsinya yaitu hormon auksin, giberelin, sitokinin, asam absisat, gas etilen dan terakhir kalin.  Keenam hormon tumbuhan itulah yang terbagi lagi menjadi banyak macam hormon tumbuhan lainnya karena berbeda susunan kimiawinya dan lokasi khusus reaksi serta efektivitas reaksinya terhadap tumbuhan tertentu.

Mari bahas hormon tumbuhan satu persatu. 

Macam Macam Hormon Tumbuhan dan Fungsinya

Seperti yang diuraikan diatas terdapat 6 macam hormon tumbuhan berdasarkan

a. Hormon Auksin

Ini merupakan hormon tumbuhan pertama yang ditemukan oleh Frits Went tahun 1928.  Hormon auksin yang pertama diekstrak adalah asam indole asetat atau IAA (Indole-3-acetic acid). Hormon tumbuhan ini awalnya ditemukan pada ujung kecambah Avena sativa (gandum) yang kemudian diteliti lebih lanjut terdapat hormon hormon yang lain yang memiliki fungsi yang sama dengan auksin pada tumbuhan lainnya.

Hormon auksin diproduksi diproduksi pada daerah meristem apikal seperti pada ujung tunas batang, daun muda, dan kuncup bunga, juga pada embrio serta pada bagian bagian bunga yang masih berkembang serta pada biji tumbuhan.

Hormon auksin ditransport ke bagian sel tumbuhan lainnya mengikuti pengaruh gravitasi. Perpindahan hormon auksin pada bagian tunas batang disebut pergerakan basipetal sedangkan pada akar disebut pergerakan akropetal, perpindahan auksin dari sel satu ke sel lainnya dikenal dengan transport polar auksin.  

Pada tumbuhan (setidaknya seluruh tumbuhan yang pernah diteliti hormon auksinnya), hanya terdapat empat jenis auksin atau dengan kata lain hanya ada empat jenis auksin yang alami yaitu IAA, asam fenilasetik (phenylacetic acid), asam butrik indol (indole-3-butyric acid), dan asam chloroindol asetat (4-chloroindole-3-acetic acid) (Petrasek).

Artikel lebih lengkap tentang auksin akan dijelaskan pada postingan terpisah.

cara kerja hormon auksin | Hormon pada tumbuhan dan fungsi hormon auksin

cara kerja hormon auksin | Hormon pada tumbuhan dan fungsi hormon auksin

Lalu apa saja fungsi hormon auksin. Silah dibaca beberapa poin dibawah ini tentang fungsi hormon auksin

No Fungsi Hormon Auksin
1 Mengaktifkan elongasi atau pemanjangan sel dengan meningkatkan plastisitas dinding sel
2 Mengaktifkan gen yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan gen yang digunakan dalam sintesis dinding sel yang disekresikan oleh diktiosom.
3 Mendorong terbentuknya (inisiasi) dan pertumbuhan akar adventif (akar serabut) setelah dilukai (aplikasi cangkok).
4 Mendorong terbentuknya buah (oleh auksin yang diproduksi oleh biji yang berkembang)
5 Menekan terjadinya absisi (berlawanan dengan asam absisat)
6 Menghambat dalam terbentuknya bunga (kecuali pada tumbuhan nenas)
7 Mengaktifkan respon tropik pada tumbuhan
8 Mengontrol penuaan pada tumbuhan serta senescense serta dormansi biji bijian
9 Mempertahankan dominansi apikal secara tidak langsung dengan memproduksi etilene, secara langsung menghambat pertumbuhan tunas lateral atau tunas aksilar (yang membentuk daun dan cabang).
   

b. Hormon Sitokinin

Sitokinin (eng: Cytokinin) adalah hormon tumbuhan yang sering bekerja sama dengan hormon auksin pada tumbuhan. Sitokinin sesuai dengan nama hormon ini, berperan penting dalam pembelahan sel. Lalu kenapa hormon sitokinin membutuhkan kehadiran auksin. Hal itu karena dinding sel harus ditingkatkan plastisitasnya  atau “dilembbekkan” sehingga sel sel tumbuhan mampu melakukan sitokinesis (pembelahan sel).  Orang pertama yang membuktikan fungsi sitokinin secara ilmiah adalah Folke Skoog tahun 1940-an menggunakan santan kelapa. 

Ada dua jenis hormon sitokinin yaitu sitokinin tipe adenin yaitu kinetin, zeatin, benzylaminopurine, kemudian tipe sitokinin kedua yaitu tipe phenyleurea seperti thidiazuron (TDZ) dan diphenylurea. Kebanyakan sitokinin tipe adenin disintesis pada bagian akar. Bagian lain tumbuhan seperti kambium dan jaringan lain yang akrtif membelah juga mensintesis sitokinin.

Sitokinin banyak ditemukan pada daerah tumbuhan yang aktif melakukan pembelahan sel atau pertumbuhan seperti pada meristem apikal, meristem lateral serta pada biji bijian. 

No Fungsi Hormon Sitokinin
1 Sitokinin berfungsi dalam mengatur pembentukan bunga dan buah
2 Sitokinin berfungsi membantu proses pertumbuhan akar dan tunas pada pembuatan kultur jaringan.
3 Sitokinin berperan dalam pembesaran daun muda dan memperkecil dominansi apikal
4 Sitokinin berfungsi dalam merangsang pembelahan sel dengan cepat. Kombinasi antara sitokinin, giberelin dan auksin, dapat membantu mengatur pembelahan sel yang terdapat didaerah meristem sehingga pertumbuhan titik tumbuh menjadi normal
5 Sitokinin dapat berfungsi menunda pengguguran daun, bunga, dan buah yang dilakukan dengan meningkatkan transpor zat makanan ke organ tersebut.
   

Gambar Fungsi Hormon Tumbuhan

Gambar Fungsi Hormon Tumbuhan

c. Hormon Giberelin

Hormon giberelin (Gibberellins /GAs) adalah hormon tumbuhan yang berfungsi dalam mengatur pertumbuhan tumbuhan dan ikut serta memberikan pengaruh pada beragam perkembangan tumbuhan seperti pemanjangan tunas, germinasi, dormansi, pembungaan (atau proses terbentuknya bunga), induksi enzim, ekspresi seks tumbuhan dan penuaan buah dan daun (senescene). 

Hormon tumbuhan yang pertama kali ditemukan oleh Eiichi Kurosawa (peneliti Jepang) tahun 1926 yang memang pada awalnya tidak ditemukan pada tumbuhan tapi pada jamur Gibberella fujikuroi. Hal ini terbilang wajar, dikarenakan diketahui bahwa tumbuhan menghasilkan giberelin (GAs) dalam jumlah yang sangat sedikit sehingga peneliti peneliti sebelumnya kesulitan mendeteksi hormon ini.

Struktur Kimia Hormon Giberelin

Struktur Kimia Hormon Giberelin

Adapun fungsi hormon giberelin yaitu:

No Fungsi Hormon Giberelin
1 Hormon giberelin berperan dalam memengaruhi pemanjangan (elongasi sel) dan pembelahan sel
2 Hormon giberelin berperan dalam perkembangan embrio dan kecambah
3 Memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan akar, daun, bunga, dan bunga.
4 Hormon giberelin memengaruhi pemanjangan batang
5

Hormon giberelein menghambat pembentukan biji

   

d. Hormon Asam Traumalin / Asam Traumatik (Hormon Luka)

Hormon tumbuhan ini boleh dikatakan dokternya tumbuhan atau setidaknya perawat bagi dirinya. Seperti kita ketahui bahwa tumbuhan mampu memperbaiki kerusakan yang terjadi pada bagian bagiannya (dalam kadar tertentu khususnya luka). Kemampuan ini dipengaruhi oleh kerja hormon luka atau asam traumalin.  
Hormon asam traumalin pertama kali diteliti secara ilmiah oleh kimiawan James English Jr. dan James Frederick Bonner bersama ilmuwan Belanda Arie Jan Haagen-Smit pada tahun 1939. Mereka mengekstrak asam traumalin dari tanaman kacang yang dilukai.

Fungsi asam traumatik/asam traumalin ini adalah mengobati bagian tumbuhan yang terluka dengan mendorong sel sel yang berada di dekat luka (situs trauma) untuk membentuk kallus pelindung dan untuk memperbaiki jaringan yang terluka.  

Pada tumbuhan tingkat rendah seperti alga dapat berfungsi sebagai hormon pertumbuhan. Hormon asam traumatik/traumalin diproduksi oleh tumbuhan melalui proses oksidasi non-enzimatik traumatin (12-oxo-trans-10-dodecenoic acid) yang merupakan horman trauma lainnya.

e. Hormon Gas Etilen

Umumnya kita pelajari bahwa hormon etilen (eng: ethylene)  atau gas etilen dihasilkan saat buah masak, atau dihasilkan oleh buah yang sudah tua. Tanggapan ini perlu diperbaiki.

Pada kenyataannya hormon  etilen dihasilkan oleh seluruh bagian tumbuhan termasuk daun, batang, akar, bunga, buah, umbi, dan bahkan biji. Walaupun dalam produksinya dibutuhkan kondisi kondisi tertentu seperti germinasi, memasaknya buah, terjadinya absisi pada daun, dan penuaan pada bunga. Produksi hormon etilen juga dapat didorong oleh adanya pengaruh luar seperti trauma (luka), tekanan lingkungan seperti banjir, kekeringan, dan lainnya serta dapat juga didorong oleh zat kimia lainnya seperti kehadiran auksin dan hormon lainnya dalam jumlah dan kombinasi tertentu.

Hormon Gas Etilen dan Fungsi Hormon Etilen

Hormon Gas Etilen dan Fungsi Hormon Etilen

Fungsi utama hormon etilen (sering disebut gas etilen) adalah mempercepat masaknya buah, khususnya bagi manusia sedangkan bagi tumbuhan, hormon etilen memiliki beberapa fungsi seperti pada tabel dibawah ini:

No Fungsi Hormon Etilene
1 Menstimulasi penuaan (senescence) pada daun dan bunga
2 Menstimulasi senescence (penuaan) pada sel sel xilem yang dewasa (tua) untuk digunakan oleh tumbuhan
3 Menginduksi terjadinya absisi daun (menggugurkan daun)
4 Menginduksi terjadinya germinasi/perkecambahan biji
5 Menginduksi terjadinya pertumbuhan rambut akar sehingga meningkatkan efisiensi penyerapan air dan mineral
6 Menstimulasi epinasti atau tumbuhnya petiola daun
7 Menginduksi tumbuhnya akar adventif atau akar serabut selama banjir
8 Menginduksi masaknya buah
9 Mempengaruhi gravitropisme pada tumbuhan
10 Menghambat pertumbuhan batang keatas dan mendorong pelebaran batang dan selnya, dan mendorong terbentuknya cabang ataupun ranting. (membuat batang menjadi lebih tebal dan kuat )
11 Menghambat pertumbuhan tunas dan penutupan stomata (kecuali pada beberapa tanaman air)
12 Mendorong terbentuknya bunga pada nenas
   

f. Hormon Asam Absisat

Apa itu hormon absisat? Hormon ini adalah hormon yang berfungsi dalam mengendalikan penggunaan nutrisi pada tumbuhan sehingga sebuah tumbuhan dapat bertahan dalam kondisi yang buruk dan mampu melewatinya.

Bagaimana cara hormon ini melakukannya?, Hormon Asam Absisat (Abscisic acid) melakukannya dengan cara menghambat pertumbuhan tanaman dengan mengurangi kecepatan pembelahan sel maupun pada pembesaran sel, atau dapat kedua-keduanya.

Hal ini dibutuhkan oleh tumbuhan  agar dapat melewati musim kemarau, musim hujan dan bahkan musim dingin. Adapun fungsi hormon ini ada pada tabel dibawah ini:

No Fungsi Hormon Asam Absisat
1 Memengaruhi terjadinya dormansi pada kuncup
2 Membantu tumbuhan dalam mengatasi tekanan pada lingkungan yang kurang baik seperti kemarau berkepanjangan
3 Memperpanjang masa dormansi umbi-umbian
4 Berfungsi dalam menghambat pembelahan sel dan pembesaran sel
5 Berfungsi dalam menghambat perkecambahan biji
   

g. Hormon Kalin

Hormon ini adalah nama bagi kelompok hormon yang menghususkan diri pada bagian tertentu saja pada organ tumbuhan seperti akar, daun, batang, bunga. Oleh karena itu horman kalin dibedakan menjadi 4 jenis. Untuk lebih jelasnya perhatikan tabel dibawah ini:

No Hormon  Fungsi
1 Kaulokalin  Kaulokalin adalah hormon yang memiliki fungsi dalam merangsang proses pembentukan batang
2 Rizokalin  Rizokalin adalah hormon yang berfungsi dalam merangsang pembentukan akar
3 Filokalin Filokalin adalah hormon yang berfungsi merangsang dalam pembentukan daun
4 Antokalin Antokalin adalah hormon yang merangsang pembentukan bunga
     

 

Selain 6 hormon diatas masih ada beberapa hormon lagi yang ada pada tumbuhan dan siapa tahu akan bertambah banyak lagi hormon yang ditemukan. Diantaranya berupa:

  1. Brassinosteroids yang merupakan kelompok hormon tumbuhan yang berfungsi dalam menstimulasi pertumbuhan tumbuhan melalui pemanjangan sel dan pembelahan sel, serta mempengaruhi gravitropisme serta ketahanan terhadap stress atau tekanan dan diferensiasi xilem. Kenapa dinamakan Brassinosteroids ? karena ditemukan pertama kali pada tumbuhan Brassica napus pada tahun 1979.
  2. Asam Salisilik (Salicylic acid) merupakan hormon tumbuhan yang berperan dalam mengaktifkan gen yang memproduksi senyawa pertahanan terhadap serangan patogen.
  3. Jasmonates merupakan hormon tumbuhan yang diproduksi dari asam lemak dan berfungsi dalam mendorong terbentuknya protein pertahanan yang berguna dalam melawan serangan patogen dan organisme pengganggu. Berfungsi juga dalam germinasi (perkecambahan) biji dan berpengaruh terhadap penyimpanan protein dalam biji bijan serta pertumbuhan akar.
  4. Hormon Peptida tumbuhan merupakan kumpulan atau kelompok sekresi peptida yang berperan dalam pengiriman sinyal sel ke sel. Berfungsi dalam pertahanan tumbuhan, ikut serta dalam pengendalian pembelahan sel dan pembesarannya dan ketidakcocokan serbuk sari terhadap diri sendiri.
  5. Poliamin (Polyamines) merupakan molekul kecil yang berperan dalam pertumbuhan tanaman dan perkembangannya dan ikut serta memengaruhi dalam proses mitosis dan meiosis.
  6. Nitrit Oksida (Nitric oxide/NO) merupakan salah satu regulator dalam tumbuhan atau hormon yang berfungsi dalam banyak hal pada tumbuhan karena bertindak sebagai sinyal dalam respon pertahanan dan perkembangan tumbuhan , contohnya penutupan stomata, perkembangan akar, perkecambahan biji dan banyak aktivitas seluler lainnya (Dapat anda pelajari lebih lanjut dalam biokimia seluler).
  7. Strigolactones merupakan salah satu hormon tumbuhan yang berfungsi untuk menghambat pembentukan tunas cabang sehingga tumbuhan dapat bertambah tinggi.
  8. Hormon Vernalin merangsang pembungaan pada temperatur rendah.
  9. Karrikin. Ini bukanlah hormon tumbuhan karena tidak produksi oleh tumbuhan, akan tetapi sekelompok regulator tumbuhan yang ditemukan atau ada akibat terbakarnya bagian atau satu tumbuhan yang berfungsi sebagai stimulan perkecambahan biji.

Sumber Artikel Macam Macam Hormon Tumbuhan dan Fungsinya :

  • Plant Respont to Enviromental stresses: From Phytohormone to Genome Reorganization
    Edited by H.R.Lerner (1999).Marcel Dekker. Inc: Newyork.
  • Natural Growth Inhibitors and Phytohormones in Plants and Environment. Valentine I.Kefeli and Maria V. Kalevitch. Editor Bruno Borsari(2003).Published by Kluwer Academic Publishers. Netherlands.
  • Phytohormones in Plant Biotechnology and Agriculture. Proceedings of the Nato-Russia Workshop Held In Moscow, 12-16 Mei 2002. Edited by Ivana Machackova (2003). Kluwer Academic Publishers. Netherlands.
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Plant_hormone
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Category:Plant_hormones
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Ethylene
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Traumatic_acid
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Gibberellic_acid
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Cytokinin
  • http://www.cliffsnotes.com/study-guides/biology/plant-biology/growth-of-plants/types-of-plant-hormones
  • http://www2.ulg.ac.be/cedevit/english/hormones_e.htm
Belajar Macam Hormon Tumbuhan dan Fungsi Hormon Tumbuhan | Ahmad Baihaqi | 4.5