Sel Limfosit: Sistem Imun

Loading...

Limfosit dan Fungsinya

Limfosit | Kali ini kita akan mempelajari tentang sel limfosit. Hal yang perlu diketahui, sifat morfologis utama limfosit adalah berbentuk sel-sel bulat dengan rasio nukleus dan sitoplasma yang tinggi.

Pada tingkatan mikroskop cahaya, seringkali nukleusnya tampak bulat, tetapi dibawah perbesaran yang lebih tinggi terlihat bergerigi.

Sitoplasma limfosit memiliki beberapa mitokondria, alat golgi (badan golgi), dan beberapa organel lisosom. Pengamatan limfosit pada preparat hidup, limfosit terlihat motil (mudah bergerak) dan cenderung untuk memanjang menjadi bentuk “cermin tangan”.

Klasifikasi limfosit berdasarkan ukuran, limfosit merupakan suatu populasi heterogen, yang untuk mudahnya terbagi dalam kecil, sedang, dan besar. Walaupun diketahui pada limfosit terjadi variasi ukuran yang sangat tumpang tindih.

Limfosit tersebar luas di seluruh tubuh. Dalam sel darah putih dan cairan peritonium, limfosit merupakan salah satu bagian besar. Apalagi pada sel sel dalam limpa dan organ limfoid yang merupakan bagian terbesar.

Salah satuh cara klasifikasi limfosit adalah berdasarkan tempat asal primer limfosit. Sel sel T limfosit terbentuk dalam timus. sel sel B limfosit dapat berasal dari sumsum tulang pada mamalia. Perbedaan sel sel T dan sel sel B limfosit adalah sel pembentuknya yaitu Imunoblas. Imunoblas sel T berisi poliribosom yang melimpah sedangkan pada imunoblas B kaya akan retikulum endoplasma. 

Adapun fungsi dari jenis sel limfosit diatas yaitu fungsi limfosit sel sel T adalah untuk mengaktifkan makrofag melalui informasi yang ada pada.

Fungsi limfosit sel sel B adalah menghasilkan atau memproduksi antibodi melalui aksi makrofag yang memproses protein asing (aktif oleh sel sel T) yang akan ikut serta dalam pembongkaran sel (lisis).

Sel sel limfosit dihasilkan di Timus pada bagian korteks oleh sel limfoblas (imunoblas). Sedangkan sel limfosit sel B dapat dari timus, hati dan limpa pada saat embrio dan dalam sumsum tulang pada saat dewasa. Sel limfosit juga dapat dihasilkan atau diproduksi oleh kelenjar getah bening (nodus limpa). 

sel limfosit manusia
Bentuk sel limfosit manusia

Sel B dan sel T memiliki reseptor pada permukaan mereka yang mengenali antigen tertentu. Antigen ini bisa apa saja yang mengancam tubuh, seperti virus, bakteri, alergi atau molekul racun.

Peran limfosit dari jenis sel pembunuh alami adalah tidak spesifik dan mereka dapat mengenali berbagai jenis antigen, termasuk sel yang terinfeksi dan beberapa sel tumor.

limfosit T dapat dibagi lagi menjadi sel pembantu dan sel T pembunuh. Sel T pembantu memiliki apa mungkin adalah peran paling penting dari limfosit dalam sistem kekebalan tubuh.

Mereka mengaktifkan sel-sel kekebalan tubuh lainnya, termasuk sel T pembunuh dan sel B. Peran utama dari sel T pembunuh adalah untuk menghancurkan sel-sel yang telah terinfeksi oleh virus. Mereka juga dapat menyerang sel-sel kanker dan sel-sel yang telah terinfeksi oleh bakteri.

Limfosit B menjadi aktif ketika mereka mengikat antigen spesifik mereka. Kemudian mereka dibagi menjadi dua jenis sel, yang dikenal sebagai sel memori dan sel plasma.

Salah satu peran penting dari limfosit adalah produksi antibodi, dan sel plasma yang bertanggung jawab untuk ini. Mereka dapat dengan cepat memproduksi dan melepaskan ribuan antibodi yang memasuki peredaran darah, siap untuk menempel pada antigen.

Beberapa antigen, seperti virus, dapat dinetralkan ketika antibodi melekat pada mereka. Sebuah lapisan antibodi juga dapat membuat antigen lebih menarik bagi sel yang disebut fagosit, yang kemudian dapat memakan dan menghancurkannya.

Jenis lain dari sel yang dihasilkan oleh limfosit B, sel memori, mengingat antigen sehingga tubuh dapat merespon lebih cepat jika mereka menyerang lagi.

Demikianlah penjelasan tentang sel limfosit pada sistem imun atau kekebalan. Baca juga tulisan lainnya…
Sel Limfosit: Sistem Imun | Ahmad Baihaqi | 4.5